Hanya Sebagai Tong Sampah

Bahkan Kagamin-pun bisa marah besar kalau dicap ‘Tong Sampah’ 😆


WARNING! POSTINGAN INI KACAU100x LHOO! :mrgreen:
[Ngunek-ngunek + curhat MODE: ON]

“Semua teman itu gak selalu jujur dan benar, lho. Siapa tahu, di dalam dirinya, dia ada maksud gak baek.”

Quote oleh seorang guru yang bermaksud baik, memang, yaitu agar kita mengerjakan segala sesuatu dengan kepercayaan diri kita sendiri.

Ternyata, selain maksud di atas, saya menemukan arti baru.

Teman memang bisa melakukan hal yang tidak terduga oleh kita, balik berkhianat. Wajar, toh dia itu manusia, punya pikiran, punya perasaan. Orang lain gak berhak mengatur segala perasaan atau pikirannya. Anda tidak terima? Silahkan :mrgreen:

Lalu, apa kaitannya dengan judul?

Ya, itu adalah yang sedang saya alami sekarang.
Enggak.. Enggak. Saya nggak jadi tong sampah beneran, cuma dijadikan ‘tempat curhat unek-unek’ oleh teman saya. Niat saya yang mau jadi tempat unek-unek sih rasanya tindakan baik ‘kan? Cuma yang ngunek-ngunek itu lho, yang kurang tau rasa terima kasih.

Awalnya, teman yang biasanya gak deket-deket banget [sebut saja si A], ketika sedang ‘dimusuhi’ oleh teman dekatnya sendiri [Si B], tiba-tiba dia [Si A] sok deket-deket sama saya. Dikira saya gak punya temen apa? (nyatanya memang sedikit kok temenku)

Ternyataaa…. Dia minta curhat sama saya. Hmm~ Sok deket gara-gara ada maksud tersmbunyi,eh? Benar-benar.. ada udang di balik bakwan =__=

A: Eh, aku lagi punya masalah ni.

Me [alias: Costumer Care Staff] : Apaan?

A: Itu tuh, Si B jahat. Tiba-tiba musuhin gue, cuma gara-gara gue sering ngomong sama si C (Ini ceritanya si A, B, dan C sahabatan. Ini si A lagi dimusuhin si B, si C netral)

Me: Masalah anak kecil =___= Lagian kamu sendiri tu juga overacting sama orang-orang Hmm.. Yaudah. Selese’in aja napa?

A: NAH ITU DIA! Caranya gimana?

Me: Yaudah, tinggal kamu ngomong jujur aja sama si B, kalau kamu gak tega atau ragu-ragu ya lewat surat. whatever deh. Terserah kamu.

A:

Hari berikutnya, mereka dah baikan. Bagus. Tapi, sekarang malah aku yang didiemin sama si A dan sahabatku yang temenan sama si A dkk. LHAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!???????!?!?!?!?

What I’ve Done?

Syuu.. Serasa jadi tong sampah. Cuma dipakai kalau lagi dibutuhin. Sedih, marah, sebal, nangis, ketawa, capek, jadi campur aduk.

Q: Nah, kalau udah kayak gitu, apa yang akan kamu lakukan?

A: Hmm.. Yang saya lakukan:

1. Ngomong jujur sama orang yang mengunek-unek
Hal yang menurut saya efektif namun beresiko. Katakan saja kalau saya sebel sama kelakuan orang yang sok-sok akrab berteman kalau ada maunya. Biarkan si pengunek yang belagu seperti itu introspeksi diri, sehingga bila dia ngunek-ngunek seperti itu lagi ke orang lain, tidak membuat kesalahan yang sama.

2. Konsultasi sama yang lebih tua
Ujung-ujungnya kita juga yang curhat ke orang lain :mrgreen: Minta saran dan kritik ke orang yang lebih tua (bukan dalam umur saja, tua dalam artian banyak pengalaman, bijak, dll) adalah hal yang terbaik bila kita buntung ide dalam menghadapi si pengunek yang belagu. Biasanya, kita akan dapat jalan keluarnya.

Apa? waktu pakai kedua cara, si pengunek belagu ngotot? Ngaku-ngaku gak bersalah? Nuduh Anda yang bersalah? Ngulangin perbuatan yang sama? Pakai cara terakhir ini!! 😈

3. Membiarkan (Nyuekin) si pengunek
cara yang paling sering digunakan jika sedang dijauhi oleh teman pengunek belagu. Balas cuekin! Namun, jangan sampai kelihatan sekali kalau anda mendiamkan dia. Bisa ditunjukkan sedikit-sedikit dengan cara mengurangi frekuensi kumpul bareng, kurangi banyak bicara dengannya, dll. Jadi, masalah diem-dieman ini tidak akan menjadi heboh :mrgreen:

[Ngunek-ngunek + curhat MODE: OFF]
*Bakar cara no.3*

Sekali lagi, post ini dibuat saat penulis sedang tidak dalam kondisi yang waras. Harap maklum

Advertisements

6 Responses to “Hanya Sebagai Tong Sampah”


  1. 3 Zazi November 17, 07 at 8:43 PM

    *lirik komen atas*

    silent is golden.. hyakakka

  2. 4 myresource November 23, 07 at 9:46 PM

    silent not always gold…
    bisa aja perak …
    :mrgreen: salam kenal….

  3. 5 Shishoukura November 24, 07 at 2:16 PM

    Kasihan amat sih kok hidup tetapi dijadikan sebagai tong sampah 😆
    Kalau aku sih biasa tidak terima curhatan orang yang tidak kenal baik sama aku, toh, hasilnya akan seperti kamu… Yah cuma jadi tong sampah! Tong sampah kan cuma dipakai waktu lagi ada sampah 😐
    *bakar teman-temanmu yang menjadikan kamu sebagai tong sampah*

  4. 6 Ravelt November 24, 07 at 4:46 PM

    @Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny: Hoo.. *catet*

    @zazi: ngelirik aja kamu =_=

    @mysource: 😆

    @Shisoukura[1]: Makasih

    @Shisoukura[2]: Eh? Double komen 😆 Didelete 1 yaa 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




BRIEFING

Our patient is a 16-years-old-teenager nicknamed Ravelt, suffering from blogging fever and internet chat. Apparently, she had been identified as a mid-level otaku and a RPG and strategy games lover. There are 3 objectives in this operation:


1. Read her entries in this blog.
2. Sign in her guestbook.
3. Be friends with her.

Please pay attention to this and try not to screw up.

-----

BANNERS


Yuk.Ngeblog.web.id

VISITORS

  • 16,173 person

LIVE TRAFFIC FEED



COPYRIGHTS

'Turnabout Memories' header by Ravelt. Characters taken from Apollo Justice: Ace Attorney (c) CAPCOM.
Blog engine by Wordpress.com. Blog theme k2 by k2team.

%d bloggers like this: